Meditasi Mirah Delima Institute

Meditasi bertujuan untuk melatih fokus dan mengistirahatkan pikiran sejenak dari rutinitas sehari-hari sehingga dapat memperkuat kesadaran. Melalui sensasi nafas dalam meditasi ini kita dapat menghapus memori yang ada didalam alam bawah sadar kita atas peristiwa-peristiwa dalam menjalani hidup dan sering membuat kita menjadi sakit. Setelah meditasi anda diharapkan bisa mengontrol emosi, menurunkan stress, menambah rasa syukur, berkomunikasi dengan para leluhur dan mampu mengakses energi alam untuk menyehatkan pikiran dan tubuh anda.

Kami selalu berbangga dan berbahagia pada saat melihat ada orang yang memulai meditasi karena itu adalah langkah awal untuk menggali diri yang lebih baik. Meditasi MDI adalah meditasi terapan dasar yang sangat mudah untuk dipraktekan. Meditasi MDI berbeda dengan meditasi lainya karena kami mengajak anda untuk memahami diri anda sendiri. Kami menghubungkan anda kepada para leluhur yang menjadi diri anda sekarang ini untuk menjelaskan tujuan hidup anda dan bagaimana caranya berbahagia menjalani peran hidup anda tersebut.

Persiapan Meditasi

  1. Pilih tempat yang membuat anda merasa nyaman
  2. Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman, tidak mengganggu anda pada saat bernafas
  3. Streching sebelum memulai
  4. Sarana Ritual canang/pejati, air suci dan dupa

Langkah-Langkah Dasar Meditasi MDI

Langkah pertama – Setting Position

Posisi yang diambil adalah bersila kaki kanan didepan, kaki kiri dibelakangnya. Kaki kanan didepan sebagai simbol kita selalu melakukan kebenaran. Badan tegak lurus, mata memandang ke depan pusatkan pada satu titik. Tangan ditaruh diatas pangkuan dengan tangan kanan diatas tangan kiri yg memiliki makna bahwa kita selalu mengutamakan perilaku dharma. Menghadap ke timur sebagai perwujudan SQ.

Langkah kedua – Merasakan Nafas

Setelah duduk  merasakan nafas secara sadar untuk berterima kasih kepada kehidupan, karena tanpa nafas kita tidak bisa hidup. Lembutkan rasa mengikuti keluar masuknya nafas, mata tetap focus pada satu titik tanpa berubah ubah. Pada saat merasakan nafas keluar masuk nafas dirasakan di dada. Dalam beberapa waktu nafas akan terasa di perut dan matapun akan menutup secara otomatis. Diusahakan merasakan sensasi pada saat mata tertutup tersebut.

Langkah ketiga

Nikmatilah sensasi ketenangan nafas didalam perut dan nikmati ketenangan rasa kesatuan kesadaran diri dengan nafas itu. Setelah beberapa waktu rasakanlah kembali nafas di dada sehingga muncul rasa kasih tanpa syarat yg terjadi dengan sendirinya. Rasakan rasa kasih tersebut dengan senyum tipis di bibir anda. Sadari senyuman tersebut beberapa saat agar rasa kasih tersebut menyebar keseluruh tubuh dan alam sekitarnya. Rasa kasih ini kita sebut dengan sebutan “compassion” yg sering kita akses dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah keempat

Setelah beberapa waktu berada di compassion kemudian lanjutkan untuk merasakan chakra yg ada didalam tubuh kita mulai dari chakra paling bawah ‘Muladhara Chakra” sampai dengan “Sahashra Chakra”. Untuk chakra yg terakhir dirasakan sampai terasa menyatu dengan alam yg ditandai dengan ubun-ubun terasa dingin atau tertekan, ada rasa nya angina berputar-putar diubun ubun, dan silahkan sesuai dengan tanda-tanda masing-masing. Kemudian mulai sampaikan doa-doa atau harapan yg ingin disampaikan. Lanjutkan dengan cara sembahyang masing-masing sesuai agama dan kepercayaan anda.